AKSI NYATA
PENGEMBANGAN SEKOLAH “RCTI” MELALUI OPTIMALISASI ASET
(CGP 3 – Jember – Astuti, M.Pd)
A. FACT
1. Latar Belakang
Pendidikan merupakan hal yang paling utama dalam membangun bangsa dan negara. Pendidikan dimaknai sebagai tuntunan dalam tumbuhnya anak-anak. Maksudnya adalah menuntun segala kodrat yang ada pada anak-anak, agar mereka dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya baik sebagai manusia individu maupun sebagai anggota masyarakat. Lingkungan pendidikan meupakan tempat tumbuh kembangnya bakat dan minat anak dibagi dalam tiga lingkungan yakni keluarga, sekolah dan masyarakat. Sekolah meruapan salah satu tempat untuk siswa menumbuh kembangnya bakat, minat dan potensi yang dimiliki. Selain itu sekolah juga merupakan wadah untuk menumbuhkembangkan karaktek murid dengan cara melakukan pembiasaan-pembiasaan positif sehingga akan muncul perilaku yang menjadi sebuah budaya positif pada diri murid-murid. Untuk itu perlunya tercipta lingkungan pembelajaran yang berpihak pada murid.
Lingkungan pembelajaran yang berpihak pada murid, diyakini mampu membentuk karakter murid yang utuh. Karakter atau budi pekerti yang utuh merupakan hasil dari bersatunya gerak pikiran, perasaa, dan kehendak atau kemauan. Jadi budi pekerti merupakan sifat jiwa manusia, mulai angan-anagn hingga menjelma menjadi tenaga.
SMP Negeri 2 Ledokombo merupakan sekolah yang berlokasi di kaki Gunung Raung Kabupaten Jember. Sekolah ini berdiri pada tahun 2008 dengan jumlah siswa yang semakin lama semakin menurun jumlahnya. Saat ini jumlah siswa yang ada pada tahun 2022 adalah 151 orang. Ditinjau dari sarana dan prasarana sekolah ini memiliki ruangan kelas yang cukup memadai, namun sampai saat ini banyak ruang kelas kosong tidak terpakai. Jumlah siswa belum memenuhi pagu yang ditentukan oleh dinas. Masyarakat sekitar belum memiliki kepercayaan yang tinggi pada sekolah sehingga, sekolah ini kurang diminati oleh orang tua atau siswa kurang berminat untuk bersekolah di SMPN 2 Ledokombo. Bahkan dalam sebuah kegiatan sosialisasi PPDB ke sekolah SD sekitar menunjukkan siswa dan orang tua tidak berminat. Ketika ditanya siapa yang mau bersekolah di SMPN 2 Ledokombo dari 54 siswa hanya empat siswa berminat. Sekolah ini sekian tahun menurut warga sekitar “tidur panjang”. Bahkan hampir dilupakan oleh orang tua.
Kegiatan pembelajaran tampak juga kurang optimal. Hal ini tampak pada hari Sabtu sekolah mengagendakan tanpa pembelajaran, namun siswa tidak memiliki kegiatan non akademik yang terencana dengan baik. Lingkungan kurang tertata dengan rapi. Sementara siswa cenderung banyak melakukan kegiatan pelanggaran kedisiplinan.
Saya sebagai Kepala Sekolah yang baru bertugas di sekolah ini mencoba mencermati berbagai aset yang ada di sekitar sekolah. Berdasarkan pengamatan secara seminggu bertugas saya memperoleh gambaran beberapa aset di SMPN 2 Ledokombo yang dapat dimanfaatkan secara optimal. Berbagai aset yang diperoleh yaitu aset manusia, aset sosial, aset fisik, aset lingkungan alam, aset finasial, aset politik, aset agama dan budaya. Berdasarkan identifikasi aset yang ada tersebut dan permasalahan yang ada maka saya mencoba mengembangkan program RCTI (Religius, Cerdas, Teduh, dan Indah). Perubahan yang saya inginkan adalah ingin mengembangkan sekolah yang Religius, Cerdas, Teduh dan Indah.
Program ini saya harapkan dapat mengatasi berbagai masalah di sekolah ini. Masalah jangka pendek yang harus diatasi yaitu bagaimana memperoleh simpatik masyarakat sehingga orang tua percaya untuk menyekolahkan puta-putrinya ke SMPN 2 Ledokombo. Kegiatan ini merupakan kegiatan intrakurikuler, pembiasaan, dan ekstrakurikuler. Melalui program RCTI ini diharapkan dapat mengangkat kembali nama sekolah dan masyarakt memiliki kepercayaan penuh untuk menitipkan putra putrinya bersekolah di SMPN 2 Ledokombo. Hal ini merupakan target jangka pendek saya, terutama dalam satu bulan pertama saya bertugas. Sehingga orang tua mau menyekolahkan putra putrinya di SMPN 2 Ledokombo.
Selain itu terwujudnya program RCTI ini diharpakan akan menguatkan aset yang dimiliki sekolah. RCTI adalah suatu upaya yang saya lakukan untuk menguatkan aset dan menciptakan aset baru dari aset yang ada. Contohnya lingkungan budaya yang religius di Ledokombo sehingga banyak tokoh masyarakat yang berpengaruh yang dapat mempengaruhi cara pandang masyarakat terhadap sekolah. Tokoh masyarakat ini sebagai aset untuk mengembangkat aset ekstrakurikuler tahfidz. Lingkungan yang luas punya aset untuk tempat belajar anak. Saya gunakan untuk pembelajaran project lintas mapel, bercocok tanam pisang dan singkong. Selain itu terwujudnya sekolah RCTI ini melalui beberapa program kegiatan sangat membantu membentuk siswa berprofil Pancasila. Berikut pada artikel ini akan kami paparkan setiap kegiatan untuk mmeujudkan DODO RCTI.
2. Kegiatan Aksi Nyata
Pada kegiatan aksi nyata ini saya akakn menjabarkan sesuai dengan program yaitu Religius, Cerdas, Teduh, Indah. Kegiatan aksi nyata saya sebagai berikut:
a) Religius
Melalui program religius ini akan tterbentuk profil pelajara Pancasila yaitu beriman, bertakwa kepada Tuhan YME, dan berakhlak mulia. Pelajar Indonesia yang beriman, bertakwa kepada Tuhan YME, dan berakhlak mulia adalah pelajar yang berakhlak dalam hubungannya dengan Tuhan Yang Maha Esa. Ia memahami ajaran agama dan kepercayaannya serta menerapkan pemahaman tersebut dalam kehidupannya sehari-hari. Program Religius ini dilakukan berdasarkan hasil identifikasi aset agam dan budaya yang berkembang di masyarakat sekitar sekolah. Masyarakat sekitar mayoritas pemeluk agama Islam. Berdasarkan identitas tersebut maka ada dua jenis untuk program yang termasuk pada program Religius yaitu ekstrakurikuler, pembiasaan dan insidental.
1) Pembiasaan
Kegiatan yang dilakukan untuk program ini adalah berupa kegiatan pembiasaan berupa sholat Dhuha berjamaah. Kegiatan dilakukan setiap pagi sebelum pembelajaran dimulai. Sholat berjamaah dilaksanakan di masjid terdekat dengan sekolah. Masjid ini merupakan salah satu aset lingkungan yang di miliki oleh sekolah. Pemanfaatan aset ini selain bertujuan untuk membentuk insan yang bertakwa kepada Tuhan YME, dan berakhlak mulia, juga sebagai ajang promosi pada lingkungan masyarakat sekitar. Kegiatan sholat dhuha memang telah dialkukan di sekolah ini dengan memanfaatkan ruang kelas kosong. Namun, kegiatan ini tidak diketahui masyarakat oleh karena itu untuk promosi sekolah, maka kegiatan dilakukan di masjid dekat sekolah. Berikut foto kegiatan sholat dhuha:
2) Ekstrakurikuler
Kegiatan ekstrakurikuler keagamaan yang diprogramkan dan telah dilakukan di SMPN 2 Ledokombo yaitu kelas Tahfidz dan kesenian Hadrah. Dua kegiatan ini dilakukan setiap hari Sabtu dan sesuai pilihan bakat dan minat siswa. Kegiatan tahfidz dilakukan dengan memanfaatkan aset sosial sekitar sekolah. Adanya tokoh agama yang memiliki kemampuan dalam hal menghafal Al Quran, selain itu beliau juga memiliki rumah tahfidz. Target awal program tahfidz adalah peserta didik peserta tahfidz hafal jus 30 dalam dua bulan kegiatan. Sementara kegiatan dilakukan seminggu sekali, program jangka panjang kelas tahfidz dijadikan program unggulan sekolah. Kepala Sekolah akan melakukan koordinasi dengan pengajar untuk mengemas kegiatan lebih terprogram dengan menyiapkan kurikulum khusus pembelajaran baca dan hafal Al-Qur’an.
Ekstrakurikuler keagamaan berupa kegiatan kesenian hadrah. Kegiatan ini dilakukan berdasarkan hasil identifikasi bakat dan minat siswa terhadap kesenian perkusi. Mereka sering tabuhan bangku di kelas. Selain itu ada aset sarana sekolah berupa alat kesenian yang dimiliki sekolah. Berikut foto kegiatan ekstrakurikuler keagamaan siswa:
3) Kegiatan Insidental
Kegiatan insidental yang dilakukan berdasar peringatan hari besar agama Islam. Sekolah ini berdasarkan informasi guru dan warga sekitar telah lama tidak ada kegiatan keagamaan. Kegiatan keagamaan yang telah dilakukan selama satu bulan masa jabatan saya sebagai Kepala Sekolah peringatan Isra’ Mi’raj dan Pondok Ramadhan. Kegiatan Isra’ Mi’raj dengan memanfaatkan aset SDM di sekitar sekolah. Tokoh agama yang berpengaruh di sekitar sekolah diharapkan dapat berpengaruh pada kedisiplinan siswa dan juga untuk mengangkat kembali nama sekolah, supaya dikenal oleh masyarakat di lingkungan Ledokombo.
Kegiatan yang baru terselesaikan oleh sekolah adalah kegiatan pondok Ramdhan. Rangkaian kegiatan yang dilakukan adalah pembacaan ayat suci Al-Qur’an, lomba-lomba, pembagian jakat, pembagian takjil, dan buka bersama. Kegiatan pembagian zakat dan takjil mengajarkan siswa untuk peduli dan saling membantu pada orang lain. Ini merupakan salah satu wujud profil pelajar Pancasila yaitu Gotong Royong.
b) Cerdas
Menurut KBBI cerdas adalah sempurna perkembangan akal budinya (untuk berpikir, mengerti, dan sebagainya). Untuk membentuk siswa cerdas SMPN 2 Ledokombo menerapkan pembelajaran proyek lintas mapel. Jadi kegiatan proyek ini dilakukan oleh beberapa mapel (pembelajaran berdeferensiasi). Sebagai tahap awal kegiatan proyek diberikan atau diterapkan pada siswa kelas 9. Selanjutnya akan di laksanakn pada kelas 7 dan 8. Melalui kegiatan pembelajaran proyek ini diharapkan dapat membentuk profil pelajar Pancasila: gotong royong, mandiri, dan kreatif. Kegiatan pembelajaran proProyek yang di lakukan adalah penanaman pohon pisang dan pohon singkong. Kegiatan ini dilakukan berdasarkan identifikasi aset yang ada di sekolah.
1) Aset SDM
Aset manusia yang dimiliki sekolah ini adalah dilihat dari:
· Kepala Sekolah: kepala sekolah sebagai pimpinan dan pengambil kebijakan di sekolah ini adalah guru berprestasi tingkat nasional yang memiliki kreatifitas dan semangat tinggi, selain itu beliau adalah salah satu peserta Calon Guru Penggerak angkatan 3 sehingga memiliki potensi cukup bagus untuk melakukan sebuah perubahan di sekolah. Secara sosial kepala sekolah memiliki kemampuan bersosialisasi dengan baik dengan masyarakat sekitar.
· Guru : guru-guru di SMP Negeri 2 Ledokombo mayoritas memiliki usia muda sehingga mudah digerakkan dan memiliki minat untuk melakukan perubahan, agar sekolah bisa berkembang dan memperoleh siswa banyak.
· Siswa : siswa yang belajar di sekolah ini jumlahnya sedikit yaitu 151 orang, namun mereka memiliki karaktek yang masih polos (lingkungan desa), menurut saya ini merupakan modal karena siswa mudah dikembangkan sesuai bakatnya. Siswa memiliki kekuatan fisik yang cukup untuk melakukan kegiatan pengolahan tanah. Jumlah siswa yang sedikit berpengaruh pada aset finansial sekolah.
2) Aset Lingkungan
· Lingkkungan alam yang bersih, asri, dan sehat di bawah kaki gunung raung dapat mengembangkan pembelajaran yang menyenangkan.
· Lingkungan sekitar dikelilingi persawahan dapat dijadikan sumber dan alat pembelajaran.
· Lingkungan rumah siswa banyak tumbuh pohon pisang dan singkong, sehingga siswa mudah dalam memperoleh bibit tanaman untuk pembelajaran proyek.
3) Aset Fisik
Sekolah memiliki lahan yang cukup luas. Ada area kosong yang selama ini dibiarkan terbengkalai tidak terawat. Area ini kami gunakan untuk lokasi pembelajaran proyek kelas 9 siswa.
4) Aset finansial
Aset finansial sekolah ini belum terlalu kuat untuk membiayai semua kegiatan sehingga kondisi ini menjadi pemikiran untuk menentukan jenis pohon yang ditanam. Pemilihan jenis pohon yang dijadikan proyek dengan memperkirakan kemudahan perawatan, mudah tumbuh dengan kondisi tanah yang dekat dengan sungai kecil, jangka waktu produksinya pendek (satu tahun panen). Maka berdasarkan sumbang saran dari guru maka (voice) kami sepakat untuk memilih tanaman pisang dan singkong.
Langkah-langkah kegiatan pembelajaran proyek lintas mapel kelas 9 adalah sebagai berikut:
- Identifikasi KD tiap mapel. Hal ini dilakukan untuk mengidentifikasi mapel yang bisa melakukan proyek bersama. Berdasarkan hasil identifikasi kegiatan proyek dilakukan oleh mata pelajaran IPA, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Bahasa Daerah, Olah Raga, Matematika.
- Penyusunan jadwal. Kegiatan proyek dilakukan selama satu minggu.
- Pelaporan hasil proyek.
Berikut foto-foto kegiatan pembelajaran proyek penanaman pisang dan singkong yang telah dilakukan
Gambar
lahan kosong sebelum dijadikan proyek.
Proses Pengolahan Tanah
Hasil Pengolahan Tanah Lahan Siap Ditanami
Penanaman Pohon Pisang
Laporan Teks Prosedur Dalam Bahasa Madura dan Bahasa Inggris
c) Teduh
Sesuai karakter daerah di kaki gunung raung secara keseluruhan keadaan lingkungan SMPN 2 Ledokombo teduh. Sekitar sekolah dikelilingi oleh sawah dan kebun. Namun ada bagian sebelah selatan sekolah yang masih belum terolah lahannya. Lahan hanya ditumbuhi rumput liar, sehingga bagian ini tampak panas. Untuk itu bagian ini perlu dikelola dan diolah agar sekolah tampak lebih rindang, terutama pada lokasi bagian selatan sekolah. Salah satu kegiatan untuk mencapai proram Teduh adalah melalui projek lintas mapel.
Lahan yang sudah tertanam pohon pisang. Saat ini pisang berusia satu bulan.
d) Indah
Kegiatan untuk mencapai program ini adalah pembuatan taman. Berdasarkan analisis aset finansial yang dimiliki sekolah, maka program dilakukan dengan memanfaatkan bahan daur ulang, yaitu menggunakan botol plastik bekas. Berikut bukti kegiatan dalam rangka mencapai program sekolah Indah.
Gambar Tampak Depan Sekolah Sebelum Program
Gambar Tampak Depan Sekolah Setelah Program
Gotong Royong Membuat Taman Kelas Menggunakan Botol
3. Hasil Aksi Nyata
Program RCTI dilaksanakan dalam jangka panjang. Tahap awal dilaksanakan dalam dua bulan. Kegiatan diawali dengan melakukan identifikasi aset sekolah. Indentifikasi aset dilakukan melalui wawancara dengan warga sekolah dan masyarakat sekitar sekolah, pengamatan lingkungan sekolah. Hasil dari program Religius pada tahap awal ini terutama tampak pada proses kegiatan PPDB. Kegiatan keagamaan yang dilakukan sekolah berdampak pada meningkatnya animo masyarakat/orang tua calon siswa baru untuk menyekolahkan putra-putrinya di SMPN 2 Ledokombo. Berdasarkan hasil PPDB yang telah dilakukan ada 65 siswa didik baru mendaftar di DODO. Hal ini jauh diatas perkiraan. Perkiraan awal sekitar ada 24 orang siswa baru. Selain itu hasil dari kegiatan ektrakurikuler keagamaan yang dilaksanakan selama dua minggu, tampak siswa mulai disiplin, dan lebih santun.
Hasil dari program Cerdas, Teduh, dan Indah dalam bentuk kegiatan pembelajaran proyek lintas mapel kelas 9 adalah tertanamnya 60 batang pohon pisang dan singkong. Diharapkan dalam jangka waktu 6 bulan pohon-pohon hasil proyek siswa akan tumbuh tinggi dan akan membuat sekolah menjadi rindang dan indah.
B. Feeling (Perasaan)
Perasaan saya Ketika melakukan aksinyata program yang berdampak pada siswa melalui Program RCTI penulis merasa tertantang dan ada pula rasa khawatir program tidak berjalan sesuai apa yang direncanakan. Lingkungan di sekitar sekolah, guru, karyawan, dan siswa sangatlah mendukung proses kegiatan RCTI. Program DODO RCTI ini membutuhkan banyak kerjasama berbagai pihak yang terkait untuk mensukseskan jalannya program.
Program yang dijalankan kurang lebih selama 2 minggu ini ternyata setelah dilaksanakan mendapat hasil yang memuaskan karena pada awal ada rasa was-was dan khawatir namun pada prosesnya semua pihak dapat mendukung program yang direncanakan. Gotong royong semua unsur sekolah, sangat berpengaruh pada keterlaksanaan program. Selain itu program RCTI ini telah menunjukkan hasi bisa mengatasi masalah, bahkan mampu menguatkan aset yang telah ada, yaitu finansial.
C. Findings (Pembelajaran)
Pembelajaran yang saya dapat dari program DODO RCTI yaitu saya semakin sadar bahwa lingkungan berperan penting dalam proses pembelajaran siswa baik secara langsung maupun tidak langsung, kemampuan saya berkoordinasi dengan rekan guru, warga masyarakat (tokoh masyarakat), dan karyawan serta siswa mulai meningkat sehingga ada rasa percaya diri untuk mengaktualisasi apa yang menjadi program bagi murid.
D. Future (Penerapan ke depan)
Beberapa rencana kegiatan yang akan diterapkan kedepan agar program yang dilaksanakan dapat diterapkan di kegaitan yang lain ataupun sebagai tambahan pengalaman bagi penulis yakni :
1) Kegiatan pembelajaran proyek lintas mapel yang dilaksanakan kelas 9 direncanakan dan terapkan di seluruh kelas yang ada.
2) Kegiatan ekstrakurikuler Tahfidz yang semula sekali seminggu, selanjutnya akan dilakukan dua kali dalam seminggu dan akan dilakukan secara intrakurikuler.
3) Kegiatan ini akan berjalan berkelanjutan dengan menerapkan Monitoring dan Evaluasi yang beriringan karena program RCTI sangatlah mendukung proses pengembangan sekolah.
4) Satu tahun ke depan hasil panen proyek akan dilakukan kegiatan pembinaan kewirausahaan pengolahan hasil pertanian pisang dan singkong.









Artikel ini merupakan aksi nyata tugas modul 3.3
BalasHapusMantap Bu Astuti.....
BalasHapus